Selasa, 01 April 2014

Dinar Setara Kambing

 Dinar Islam tidaklah sama dengan uang dinar Iraq, dimana dinar Iraq adalah uang kertas biasa. Adapun Dinar disini adalah mata uang Islam berupa uang/koin emas 22 karat seberat 4,25 gram. Uang emas ini selalu diidentikkan dengan kambing karena satu koin Dinar sejak jaman Rasulullah SAW hingga kini nilainya tidak pernah berubah yaitu selalu bisa membeli kambing. 

Mengenai daya beli uang Dinar yang setara kambing ini dapat kita lihat pada Hadits berikut ini :
”Ali bin Abdullah menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, Syahib bin Gharqadah menceritakan kepada kami, ia berkata : saya mendengar penduduk bercerita tentang ’Urwah, bahwa Nabi S.A.W memberikan uang satu Dinar kepadanya agar dibelikan seekor kambing untuk beliau; lalu dengan uang tersebut ia membeli dua ekor kambing, kemudian ia jual satu ekor dengan harga satu Dinar. Ia pulang membawa satu Dinar dan satu ekor kambing. Nabi S.A.W. mendoakannya dengan keberkatan dalam jual belinya. Seandainya ‘Urwah membeli debupun, ia pasti beruntung” (H.R.Bukhari)

Dari hadits tersebut kita bisa tahu bahwa harga pasaran kambing yang wajar di zaman Rasulullah, SAW adalah satu Dinar. Kesimpulan ini diambil dari fakta bahwa Rasulullah SAW adalah orang yang sangat adil, tentu beliau tidak akan menyuruh ‘Urwah membeli kambing dengan uang yang kurang atau berlebihan. Fakta kedua adalah ketika ‘Urwah menjual salah satu kambing yang dibelinya, ia pun menjual dengan harga satu Dinar. Memang sebelumnya ‘Urwah berhasil membeli dua kambing dengan harga satu Dinar, ini karena kepandaian beliau berdagang sehingga ia dalam hadits tersebut didoakan secara khusus oleh Rasulullah, SAW. 



Dari hadits tersebut, apabila kita bandingkan dengan harga dinar emas sekarang (April 2014) berada dikisaran Rp. 1,905,240,- maka satu coin dinar emas sekarang masih tetap bisa membeli 1 ekor kambing kualitas terbaik dibelahan dunia manapun. Dengan uang satu Dinar inipun juga bisa membeli dua ekor kambing sedang, ini artinya selama 1.400 tahun lebih, Dinar emas tidak pernah terkena dampak inflasi (penurunan nilai uang).


Coba bandingkan dengan uang Rupiah dimana pada awal tahun 70-an harga satu ekor kambing berkisar antara Rp 8.000,- namun sekarang setelah 40 tahun nilai uang yang sama bahkan tidak bisa membeli satu ekor ayam. 

Konsep ekonomi Islam adalah untuk kesejahteraan umat, ini berlaku untuk siapa saja baik laki-laki atau perempuan, tua atau muda, kaya atau miskin, muslim atau non muslim siapapun dia. Meskipun saat ini Dinar (Emas) dan Dirham (Perak) belum diterapkan sebagai mata uang namun cara berpikir Dinar, berorientasi dinar atau berorientasi emas dapat menyelamatkan masing-masing individu yang menerapkannya. 


Lebih bijak bagi kita untuk tidak menyandarkan masa depan pada tabungan uang kertas. Sangat sayang sekali kalau uang hasil jerih payah kita selama bekerja kemudian yang dikumpulkan selama puluhan tahun ternyata sudah tidak bernilai lagi. Simpanlah uang untuk keperluan jangka panjang kita dalam bentuk emas maupun perak apalagi dengan kemudahan saat ini dimana koin Dinar dan Dirham sudah banyak beredar di Indonesia.